• slide nav 1

    Film Rumah Tanpa Jendela

    100% hasil bersih dari tiket bioskopnya akan didonasikan untuk gerakan sosial...
  • slide nav 2

    Buku Asma Nadia

    Buku Karya Asma Nadia...
  • slide nav 3

    Jilbab Traveler

    Agar Perjalanan MUDAH, MURAH bahkan GRATIS, tapi tetap AMAN bagi muslimah ...
  • slide nav 4

    Rumah Baca AsmaNadia di Seluruh Indonesia

    Menjelajah Buku Membuka Mata Dunia...
  • slide nav 5

    Workshop

    Pelatihan Menulis Bersama Asma Nadia ...
  • slide nav 6

    News

    Berita Media...

Pertanyaan (ter)sulit dari Caca

Bunda, apa itu kondom?

Saya bengong. Terdiam beberapa saat sebelum menyusun kata demi kata, sambil bersikap sebiasa mungkin di depan gadis kecil saya.

"Menurut Caca apa?"

Caca menggelengkan kepala.

"Caca dengar dari mana?

Gadis kecil saya yang berusia sembilan tahun menjawab dengan lantang,

"Dari tivi Bunda... katanya ada atm kondom."

Saya manggut-manggut. Dalam hati sebel betul, kenapa pertanyaan itu diajukan ke saya dan bukan ke ayahnya.

"Kondom itu alat kontrasepsi, Ca. jadi pencegah kehamilan. Misalnya ibu yang udah punya anak banyak, biar gak nambah lagi anaknya."

Jawaban itu memuaskan Caca sekejap. Sebelum matanya (yang menyiratkan kecerdasan dan kerap membuat saya teringat mata yang sama milik Pak Habibie:)) kembali menunjukkan keingintahuan.

"Tapi kondom itu apa bunda? Makanan? Alat atau apa?"

Seandainya ibu boleh menyerah, hehehe. saya gubrak lagi mendengar pertanyaannya. Saya tau anak-anak akan menanyakan hal-hal sulit. tetap saja saya tidak menduga dia mengajukannya sedini ini...

Sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, saya menjawab lagi.

"Dia itu alat, Ca. Caca udah belajar soal sperma dan ovum kan? Nah kondom itu mencegah supaya sperma tidak bertemu dengan sel telur."

Caca masih mikir.

"ATM itu apa? kenapa ditaruh di ATM? Caca lihat ada satpam yang beli, keluarin uang gopek, terus bisa dapat."

Sayapun menjelaskan lagi, atm itu sepeti biasa dia melihat ayah dan bundanya mengambil uang. hanya kali ini yang diambil berbeda. Caca manggut lagi...

tapi sebelum dia bertanya yang lain-lain lagi, saya segera mengalihkan pembicaran ke hal lain... licik mungkin? tapi biarlah.

ketika saya telepon dan ceritakan kepada ayahnya, Isa tertawa terbahak-bahak. Dan bertanya bagaimana saya menghandle pertanyaan itu.

"Ayah juga akan menjawab begitu, Bunda. samaan dong...Hehh, untung ayah di Aceh, hahaha..."

Caca... Caca...

saya benar-benar harus menyiapkan diri lebih baik, next time...:)

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
Developer CekWebsite.com